Pastor Mantan Geng Soroti Pengabaian Program Pencegahan Kekerasan di Asheville

Business55 Views

Di tengah kekhawatiran meningkatnya kejahatan, seorang pastor di Asheville, North Carolina, mengungkapkan bahwa para pemimpin kota telah mengabaikan upaya pencegahan geng selama bertahun-tahun. Dr. Ronald Gates, yang memiliki latar belakang mantan anggota geng, menyatakan bahwa program yang dia usulkan sejak lama tidak mendapat perhatian hingga serangkaian penembakan balas dendam mengguncang kota pegunungan itu.

Gates menjelaskan bahwa pendekatan komunitas berbasis pengalaman pribadinya seharusnya bisa menjadi jembatan untuk meredam ketegangan sebelum situasi memburuk. Menurutnya, para pejabat lebih memilih untuk menutup-nutupi isu kekerasan daripada menghadapinya secara terbuka. Hal ini membuat warga merasa tidak didengar dan program pencegahan yang sebenarnya relevan justru terabaikan.

Salah satu konteks penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana keterlibatan tokoh lokal dengan pengalaman langsung di jalanan sering kali lebih efektif dalam membangun kepercayaan dibandingkan program formal dari pemerintah. Pengalaman Gates menunjukkan bahwa pendekatan semacam ini membutuhkan dukungan berkelanjutan, bukan hanya reaksi setelah insiden terjadi.

Selain itu, mengabaikan suara komunitas dalam perencanaan keamanan bisa memperlebar kesenjangan antara warga dan pemimpin kota. Ketika program pencegahan tidak diintegrasikan sejak awal, risiko eskalasi konflik menjadi lebih tinggi karena tidak ada saluran komunikasi yang terbuka untuk menyelesaikan perselisihan secara damai.

Situasi di Asheville ini mengingatkan bahwa pencegahan kekerasan bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan juga soal mendengarkan dan memberdayakan mereka yang pernah berada di dalam lingkaran masalah tersebut. Gates berharap kejadian terbaru bisa menjadi momentum untuk mulai serius menjalankan program yang sudah lama diusulkan.