Kenapa Perangkat yang Sudah Dibayar Masih Tampilkan Iklan?

Business20 Views

Pernah nggak kamu buka kulkas Samsung Family Hub dan tiba-tiba layarnya nunjukin promo? Atau dashboard Jeep kamu muncul pesan iklan saat lagi nyetir? Bahkan Windows 11 di laptop atau PC kamu juga kadang kasih promosi di lock screen. Semua ini terjadi meskipun kamu sudah bayar penuh untuk perangkat tersebut.

Fenomena ini semakin umum di berbagai gadget pintar. Produsen mulai memanfaatkan layar yang ada untuk menampilkan konten berbayar dari pihak ketiga. Bukan cuma kulkas atau mobil, tapi juga sistem operasi yang sehari-hari dipakai jutaan orang.

Dari sisi pengguna, ini jelas bikin kesal. Kamu sudah keluar duit banyak untuk beli barang, tapi malah harus “bayar” lagi dengan perhatian dan waktu melihat iklan. Pengalaman pakai perangkat jadi terganggu, apalagi kalau iklannya muncul di momen yang nggak tepat.

Salah satu analisis penting adalah soal kepercayaan konsumen. Ketika brand mulai memonetisasi perangkat setelah penjualan, loyalitas bisa menurun karena orang merasa dibohongi soal kepemilikan penuh. Mereka berharap barang yang dibeli benar-benar milik mereka tanpa gangguan lanjutan.

Selain itu, model bisnis seperti ini mendorong perusahaan mencari pendapatan berulang tanpa harus menjual produk baru. Ini berbeda dengan pendekatan transparan seperti menawarkan versi tanpa iklan lewat berlangganan. Akibatnya, batas antara perangkat yang benar-benar “milikmu” dan yang masih dikendalikan produsen semakin kabur.

Di era perangkat terkoneksi, layar ekstra di kulkas atau mobil jadi peluang bisnis yang menggiurkan. Tapi tanpa batasan yang jelas, pengguna akhirnya yang dirugikan karena iklan terus muncul di ruang pribadi mereka.

Ke depannya, mungkin akan ada lebih banyak diskusi soal regulasi atau pilihan opt-out yang lebih baik. Yang pasti, konsumen perlu lebih kritis sebelum beli perangkat yang punya layar pintar.