Pak BJ Habibie, Harum Nama mu Akan Selalu Kami Kenang

0
43
Bapak BJ Habibie
Bapak BJ Habibie. (Foto: Ist)
GALERIINFO, Hari ini Bangsa Indonesia berkabung kerena kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yakni Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng. atau yang akrab disapa pak BJ Habibie. Beliau menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB setelah mendapat perawatan intensif.

Dalam karir semasa hidupnya banyak sekali prestasi yang ditorehkan oleh pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 ini. Pernah menuntut ilmu di Sekolah Menengah Atas Kristen Dago. Pada tahun 1954 Habibie muda kemudian belajar tentang ilmu teknik mesin di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung yang sekarang lebih dikenal dengan nama Institut Teknologi Bandung (ITB).

Keseriusan minat beliau dalam dunia teknologi akhirnya menghantar BJ Habibie melanjutkan studinya dibidang teknik penerbangan pada 1955–1965, dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat. Pak Habibie termasuk orang yang jenius pada masa mudanya, hal ini terlihat saat beliau menerima gelar diplom ingenieur pada 1960 dan gelar doktor ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

Baca Juga:  Innalillahi, Artis Legendaris Laila Sari Meninggal Dunia

Sebelum pak Habibie mengamalkan ilmu yang beliau dapat selama berkuliah di Jerman untuk memajukan dunia dirgantara Indonesia, pada tahun 1973 beliau sempat bekerja di sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman yang bernama Messerschmitt-Bölkow-Blohm.

Selang lima tahun kemudian, tepatnya 1978 Pak Habibie pun dipercaya oleh Presiden Suharto untuk menempati formasi menteri kabinet orde baru dengan menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi, jabatan ini beliau emban hingga Maret 1998. Puncak karir BJ Habibie terjadi pada tahun 1998, dimana saat itu ia diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999), setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 (menjabat sejak 14 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah pimpinan Presiden Soeharto.

Mekipun engkau kini telah tiada, namun semerbak harum namamu dan prestasi-prestasi yang engkau telah torehkan untuk kemajuan bangsa Indonesia khususnya dalam dunia penerbangan akan selalu terkenang oleh anak-cucu bangsa Indonesia.[GInf]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here