Prihatin Dengan Kekarasan Yang di Alami Etnis Rohingya, Santri Di Probolinggo Gelar Salat Gaib

0
305
Foto sumber: M. Rofiq/ detik.com

GALERIINFO.COM – Prihatin Dengan Kekarasan Yang di Alami Etnis Rohingya, Santri Di Probolinggo Gelar Salat Gaib. Krisis kemanuasiaan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar banyak sekali mengundang rasa prihatin dari berbagai pihak, salah satunya datang dari para santri yang berada di Pondok Pesantren Riyadhlus Solihin, Ketapang, Kota Probolinggo. Sebagai bentuk rasa keprihatinannya terhadap saudara sesama Muslim mereka menggelar salat gaib untuk para korban yang meninggal dari etnis Rohingnya.

Santri Di Probolinggo Gelar Salat Gaib

Acara yang diselenggarakan di  masjid ponpes  Riyadhlus Solihin, Senin (4/9/2017) tadi dihadiri Ribuan santri pondok pesantren tersebut, para santri begitu khusuk membacakan ayat-ayat suci Alquran, dalam memanjatkan doanya, terlihat para santri begitu terharu karena terkenang dengan banyaknya korban yang meninggal terutama dari kalangan anak-anak hingga bayi yang tak berdosa.

Selain itu dari info yang dilansir dari laman detik.com, para santri juga membuat petisi yang akan dikirim ke pemerintah pusat,  petisis tersebut berisi desakan kepada Pemerintah Indonesia untuk se segera mungkin mendesak pemeritah otoritas Myanmar untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap etnis Rohingya, dan meminta Dunia Internasional untuk memberikan sanksi tegas dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Pemerintah Otoritas Myanmar.

Etnis Rohingya

Menurut pengasuh pondok pesantren Riyadhlus Solihin, Habib Hadi Zainal Abidin, tindakan yang dilakukan  terhadap etnis Rohingnya di Myanmar merupakan tindakan yang sangat keji yang harus mendapatkan sanksi dan hukuman berat dari dunia internasional.

Kejadian Ini tidak boleh dibiarkan dalam waktu yang lama. Kekejaman ini harus ada mendapat tindakan dari pemerintah Internasional. Kami disini menggelar salat gaib dan doa bersama ini, sebagai bentuk rasa keprihatianan kami terhadap saudara kita yang meninggal dunia, yang telah dibunuh. Kami berharap kejadian ini bisa segera berakhir dengan baik,” tutur Habib Hadi selesai pelaksanaan salat gaib.

Baca Juga:  Wow, Miniatur Hotel Mewah Ini Terbuat Dari Kue Jahe

Selesai melaksanakan salat gaib dilanjutkan dengan pembacaan yasin dan tahlil selama tujuh hari berturut turut, yang bertujuan untuk mendoakan para korban meninggal agar arwahnya mendapat tempat yang layak disisi Allah, dan keluarga para korban, bisa diberi ketabahan.(*/GInf)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here