Terkait Krisis Rohingya, Politisi Hanura Minta Indonesia Lebih Aktif Lagi

0
222
Foto sumber: twitter.com/tridianto_

GALERIINFO.COM – Terkait Krisis Rohingya, Politisi Hanura Minta Indonesia Lebih Aktif Lagi. Pernyataan tegas Pemerintah Indonesia terkait Krisis Rohingya yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam siaran pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (3/9/2017) kemarin, mendapat dukungan positif dari Politikus Partai Hanura, Tridianto.

Dia mengapresiasi sikap tegas Jokowi yang mendesak pemerintah Myanmar untuk membuka akses bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan untuk etnis Rohingya di Rakhine.

Dilansir dari laman liputan6.com, Politisi yang menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura ini mengatakan bahwa Negara Indonesia merupakan negara yang mempunya pengaruh besar di Asia Tenggara, ini memungkinkan untuk Indonesia bisa berperan lebih aktif lagi merangkul Negara-negara lain untuk sama-sama mencari solusi penyelesaian krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya.

Indonesia harus makin aktif untuk ikut mencarikan solusi,” ujar Tridianto.

Krisis Rohingya

Foto Pengungsi Rohingya sumber: skynews.com.au

 

Di sisi lain Tridianto juga mengatakan bahwa pimpinan Myanmar Aung San Suu Kyi harusnya malu dengan nobel perdamaian yang diperolehnya, karena penindasan yang di alami etnis Rohingya di Negaranya sendiri beberapa hari terakhir ini sangatlah bertolak belakang anugerah nobel perdamaian yang diterimanya. Ia menambahkan seharus dia dengan gentel memgembalikan nobel tersebut.

Bagi Aung San Suu Kyi yang pernah menerima hadiah nobel, kejadian di Rohingya itu adalah sangat menyedihkan. Harusnya Aung San Suu Kyi malu kepada dirinya sendiri dan masyarakat dunia. Dan harusnya Nobel itu dikembalikan saja,” tutup Tridianto.

Seperti diketahui Persiden Jokowi terlihat serius untuk turut menangani krisis kemanusiaan ini, keseriusannya tersebut diperlihatkan melalui penugasan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait diantaranya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State Kofi Annan.

Baca Juga:  Mesin Pesawat Sempat Mati, Gubernur Aceh Selamat Meski Pesawat Mendarat Darurat

Selain itu Retno juga dikabarkan telah bertolak ke Myanmar  untuk melakukan desakan terhadap pemerintah Myanmar agar menghentikan semua bentuk tindakan kekerasan terhadap Etnis Rohingya di Rakhine, dan membuka akses sebesar-besarnya untuk bantuan kemanusiaan.(*/GInf)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here