DP Berobat tak Cukup, Pasangan Suami Istri Ini Harus Kehilangan Buah Hati

0
302
DP Berobat tak Cukup
Foto sumber: Facebook/Birgaldo Sinaga
GALERIINFO.COM – DP Berobat tak Cukup . Nasip malang baru saja dialami oleh sepasang suami istri, Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi yang harus pasrah kehilangan bayi mungilnya pada Minggu (3/9/2017), akibat uang DP yang dibayarkan untuk perawatan  PICU sang  buah hati kurang.

Rudianto dan Henny yang ditemui di kediamannya Jln. H. Jaung, Benda, Tangerang, Banten mengisahkan penyesalannya yang telah membawa sang buah hati, Debora, ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

“Sebenarnya bayi saya sudah seminggu pilek terus, terus tiga hari sebelum meninggal, batuk-batuk,” ungkap Henny, Sabtu (9/9/2017).

Menurut Henny, sebelum Debora meninggal dia sempat membawa buah hatinya tersebut ke RSUD Cengkareng untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemerikasaan dokter memberikan obat dan nebulizer untuk mengobati pilek Debora.

Henny kembali menuturkan, Setelah dibawa pulang, Sabtu malam Debora banyak sekali mengeluarkan keringat. Henny yang tak tidur hingga memasuki hari Minggu itu terus mengganti alas tidur Debora. Memasuki Jam 03.00 pagi, Dia sangat panik karena melihat sang bayi, Debora sesak nafas. Melihat hal tersebut sontak saja Henny membangunkan sang suami.

Keduanya pun segera membawa Debora ke Rumah Sakit, pilihan mereka jatuh pada RS Mitra Keluarga Kalideres karena letaknya yang tak jauh dari rumah tempat tinggal mereka.

“Tujuan saya cuma nyelametin anak saya, paling dekat ya Mitra Keluarga,” ujar Henny.

Setibanya dirumah sakit Henny pun langsung diantar oleh petugas keamanan Rumah Sakit  ke ruang instalasi gawat darurat (IGD).

Henny mengatakan bahwa Dokter jaga saat itu adalah dr. Irene Arthadinanty Indrajaya, melihat bayi Debora yang saat itu sudah dalam keadaan sesak dr. Irene pun segera melakukan pertolongan pertama dengan melakukan penyedotan (suction).

Baca Juga:  Astaga, Video Oral Millendaru Viral Di MEDSOS

Henny menggambarkan keadaan buah hatinya yang dipasangi berbagai macam alat monitor, infus, uap, dan diberikan obat-obatan. Tepat, pukul 03.30, Debora sudah bisa bernapas dan menangis kencang.

“Saya pikir sudah sembuh nih, terus saya dipanggil dokter Irene, dokter bilang ini harus masuk pediatric intensive care unit (PICU) karena usianya sudah empat bulan, tetapi dia bilang di sini enggak terima BPJS,” tutur Henny.

Mendengar hal tersebut kedua suami istri itu pun segera mengurus administrasi agar buah hati mereka bisa segera dirawat di ruang PICU.

Rudianto mengisahkan, ketika dirinya menghadap bagian administrasi Rumah Sakit dia disodori semacam daftar harga. Menurutnya dari daftar yang dilihat tertulis uang muka untuk pelayanan itu Rp 19.800.000.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here