Disebut Produk Cina, Akhirnya Mobil Esemka Diresmikan

0
70
SUV Esemka Garuda 1
SUV Esemka Garuda 1. (Foto: Ist)
GALERIINFO.COM, Meskipun menuai banyak kontroversi dan kritik dari berbagai pihak, akhirnya mobil produksi dalam negeri dengan Mobil Esemka diluncurkan juga kepasar otomotif dalam negeri pada hari Jumat, 9 September 2019 kemarin, dengan diresmikan secara langsung oleh orang nomer satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo.

Pada peresmian peluncuran tersebut Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), Eddy Wirajaya memperkenalkan beberapa varian mobil Esemka. Tercatat ada 8 mobil Esemka yang sudah siap produksi dan masuk pasar otomotif Tanah Air. Ke-8 mobil tersebut adalah mobil Esemka Bima 1.3 (4×2) MT,

Bima 1.8D (4×2) M/T, Niaga 1.0 (4×2) M/T, Digdaya 2.0 (4×2) M/T, dan Borneo 2.7D (4×2) M/T, Bima 1.0 (4×2) MT dan Bima 1.3 L (4×2) MT, serta Garuda 2.0 (4×4) MT. Namun untuk harga spesifiknya PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) belum menyebutkan secara detail, Hanya untuk mobil pickup Esemka Bima 1.2 dan 1.3 pada acara peluncuran tersebut Eddy menyebutkan dipatok dikisaran harga Rp 110 juta.

Sementara itu perkiraan harga untuk harga SUV Esemka Garuda 1 yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 2019, harga Esemka Garuda 1 kemungkinan berada dikisaran harga Rp 280 juta kebawah.

Minat masyarakat Indonesia dengan mobil Esemka terlihat memang sangat besar. Hal ini tak lepas dari 8 mobil Esemka yang sudah memenuhi syarat laik jalan. Salah satu mobil Esemka yang berhasil mencuri perhatian konsumen dalam negeri adalah mobil Esemka Garuda 1, Esemka Garuda 1 digadang-gadang akan menjadi menjadi pesaing  dari Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, serta Nissan Terra.

Meskipun banyak yang menyebut bahwa Garuda 1 yang bermesin 2.000 cc diadopsi dari mobil pabrikan China Foday, tepatnya Foday Landfort. SUV yang di negara asalnya diproduksi sekitar 200 ribu sebulan–merujuk pada data penawaran di situs Alibaba.com, namun sebaiknya kita harus berbangga karena setidaknya brand mobil dalam negeri sudah mulai menunjukan taringnya kembali.

Terkait sukses atau tidaknya produksi mobil dalam negeri Esemka semua tentu ditentukan oleh teknik marketing PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka). So kita lihat saja apakah mobil Esmeka akan berjaya dipasaran otomotif dalam Negeri hingga merambah pasar Otomotif Internasional, atau riwayatnya akan sama dengan Mobil Nasional pendahulunya di era Presiden Suharto yang hanya bertahan seumur jagung, dan harus menghentkan produksinya seiring dengan lengsernya Presiden Soeharto.[GInf]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here