Kiper Persela Choirul Huda Meninggal, Inilah Penyebabnya

0
824
Kiper Persela Choirul Huda Meninggal
Kiper Persela Choirul Huda Meninggal - Choirul Huda sesaat setelah benturan masih sempat duduk sambil memegang wajah.(Photo sumber: SS Youtube
GALERIINFO.COMKiper Persela Choirul Huda Meninggal, Inilah Penyebabnya. Duka mendalam dirasakan seluruh official dan para pemain Persela Lamongan setelah nyawa sang kiper andalan Choirul Huda tak tertolong. Sebelum meninggal dunia Choirul sempat tak sadarkan diri setelah terlibat tabrakan yang cukup keras dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, dan juga salah seorang penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento, Minggu (15/10/2017).

Minggu sore itu Choirul bersama rekan satu tim Persela melakoni laga pekan ke-29 liga 1 Go-jek traveloka kontra kesebelasan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, pukul 15.00 WIB. Pertandingan yang membawa persela unggul 2-0 atas semen padang tersebut awalnya berjalan dengan lancar, Persela pun mampu unggul cepat di awal pertandingan baru berjalan sekitar dua menit lewat gol Saddil Ramdani.

Peristiwa naas itu terjadi usai turun minum, Choirul Huda yang berusaha mengamankan gawangnya dari serangan pemain semen padang, Marcel Sacramento terlibat benturan keras dengan rekannya satu timnya, Ramon Rodrigues. Saat itu keduanya sama-sama berusaha menghalau bola dari jangkauan pemain Semen Padang. Setelah benturan keras tersebut terjadi, Choirul Huda nampak masih bisa duduk sambil memegangi wajahnya. Namun tiba-tiba dia tertunduk sambil memegangi dadanya, tak lama kemudian Choirul jatuh dan tak sadarkan diri.

Tim medis yang melihat Choirul terkapar dilapangan hijau dengan segera menandunya ke pinggir lapangan untuk melakukan pertolongan dengan memberi alat bantu pernafasan pada Choirul. Rupanya cedera yang dialami Choirul Huda cukup serius. Dia dinyatakan meninggal dunia di RSUD dr Soegiri Lamongan. Kabar meninggalnya Kiper yang telah membela Persela Lamongan sejak 1999 ini diterima official dan para pemain yang ada di Stadion Surajaya, Lamongan sesaat setelah pertandingan Persela Lamongan VS Semen Padang berakhir pada pukul 16.53 WIB

Sementara itu saat dimintai keterangan, pihak RSUD dr Soegiri Lamongan melalui Dokter Spesialis Anastesi (Kepala unit Instalasi Gawat Darurat), yakni dokter Yudistiro Andri Nugroho, mengatakan kepada awak media bahwa Choirul mengalami trauma benturan sehingga menyebabkan henti napas dan henti jantung. Dokter Yudistrio juga mengatakan, setelah diberi penanganan intensif, sempat ada respons dari Choirul, namun kondisinya terus menurun dan pada akhirnya Choirul dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.45 WIB.[lpt6/kps/ad/GInf]

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here