Bela Rohingya, Pimpinan Al-Qaeda Perintahkan Serang Myanmar

0
606
Foto Khalid Saeed Batarfi sumber: dawn.com

GALERIINFO.COM – Bela Rohingya, Pimpinan Al-Qaeda Perintahkan Serang Myanmar. Derita dan penindasan yang dialami etnis minoritas muslim Rohingya cukup menjadi perhatian mata dunia, salah satunya datang dari pimpinan Senior Al-Qaeda yang berada di Yaman, Khalid Saeed Batarfi. Dia bahkan menyerukan kepada seluruh umat Muslim untuk bersatu menyerang otoritas Myanmar.

Dari informasi yang dilansir melalui laman reuters.com, Minggu (3/9/2017), Batarfi meminta seluruh warga muslim yang berada di Bangladesh, India, Indonesia dan Malaysia untuk bersatu mendukung warga Rohingya berjihad melawan ‘musuh-musuh Allah’.

Seruan tersebut disampaikannya melalui pesan video  di semenanjung Arab dan  dirilis melalui media yang berafiliasi dengan kelompok Al-Qaeda, al-Malahem.

Pimpinan Al-Qaeda Perintahkan Serang Myanmar

Dalam video tersebut Batarfi mendesak  kelompok Al-Qaeda yang berada di Subkontinen India (AQIS) untuk segera menyerang wilayah otoritas Myanmar.

“Jangan berhenti mengobarkan jihad terhadap mereka dan melawan serangan mereka dan jangan sampai kita mengecewakan saudara-saudara kita di Burma (Myanmar),” Seru Batarfi melalui pesan video tersebut. Seperti diketahui Batarfi bebas dari sebuah penjara di Yaman, pada tahun 2015, saat AQAP berhasil menduduki kota pelabuhan Mukalla.

Foto Pengungsi Rohingya sumber: skynews.com.au

 

Sampai berita ini diturunkan diperkirakan ada sekitar 58 Ribu lebih warga etnis Rohingya yang melarikan diri ke wilayah Negara Bangladesh, guna menghindar dari konflik yang kembali terjadi  di wilayah Rakhine sejak satu minggu yang lalu akibat bentrok antara militer Myanmar dengan militan Rohingya ARSA “Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya”.

Otoritas Myanmar menuduh ARSA adalah dalang dari serangkaian kekerasan yang terjadi di Myanmar, termasuk aksi pembakaran rumah-rumah warga sipil di Rakhine. Militer Myanmar menyebutkan bahwa tujuan gelaran Operasi Militer yang dilakukan di Rakhine adalah untuk memusnahkan militan ARSA. Ditempat berbeda kesaksian berlawanan justru diberikan oleh pengungsi Rohingya yang berhasil lari ke Bangladesh, mereka mengatakan bahwa militer Myanmar lah dalang dari pembakaran dan pembunuhan yang terjadi di Rakhine.

Baca Juga:  Foto Kemeriahan Karnaval Hari Batik Nasional 2017

 

 

 

 

Sumber: detik.com
Editor: Joe

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here