Sumpah Serapah Buni Yani: “Jika Saya Memotong Video, Biar Allah Melaknat Saya”

0
326
Buni Yani
Sumpah Buni Yani - Google
Sumpah Serapah Buni Yani: “Jika Saya Memotong Video, Biar Allah Melaknat Saya”.¬†Tersangka Buni Yani yang menjadi terdakwa pada kasus dugaan pelanggaran UU ITE sampai sekarang ini, telah menjalani 15 kali persidangan dimana pada persidangan yang terakhir ada beberapa kejadian, yaitu Buni ngamuk dan melontarkan beberapa sumpah serapah di hadapan majelis hakim.

Diketahui apabila akibat kasus ini Buni Yani mengaku dipaksa harus mengundurkan diri menjadi dosen di tempat dirinya bekerja, walaupun begitu dirinya merasa banyak dirugikan akibat bergulirnya kasus tersebut. Tetapi anehnya Buni masih sempat saja berkelakar ketika ditanya oleh awak media tentang kondisi dirinya dan keluarga

“Alhamdulillah kita baik-baik saja, anda lihat saya kelihatan masih tetap ganteng begini kan??,” ujar Buni¬†yang disambut tawa geli awak media bertempat di gedung perpustakaan dan arsip daerah kota Bandung, jawa Barat, Selasa (26/92017) lalu.

Baca Juga:  GEGER! Buni Yani Ngamuk Dalam Persidangan ke-15

Dari pengakuan penasehat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menambahkan, dalam kurun beberapa waktu 1 tahun belakangan ini Buni mengaku banyak dirugikan paling utama soal pekerjaannya selain itu di dalam persidangan, Buni mengaku sempat diteror oleh beberapa orang, baik di media sosial maupun ada yang pernah datang ke rumahnya walaupun baru ancaman.

“Pak Buni ini jujur merasa dirugikan, anda kan tahu pekerjaannya itu dicopot, penelitian malah dihambat, intinya banyak hal yang dirugikan juga banyak teror,” tegas Aldwin Rahadian

Agenda pada persidangan ke-15 yaitu pemeriksaan terhadap Buni Yani selaku terdakwa selanjutnya pada persidangan yang akan berlangsung pada hari Selasa 3 Oktober 2017 mendatang pihak JPU akan membacakan tuntutan kepada buni.

Pihak Buni Yani pun berharap apabila dirinya bisa dibebaskan karena mereka berpendapat apabila JPU tidak mempunyai bukti atas kesalahan kliennya, mereka pun berharap siapa pun orang yang menuduhnya dalam memotong video bisa dilaknat oleh Tuhan.

“Jika saya memotong video, biarlah tuhan melaknat saya. Tetapi kalau saya tetap dituduh memotong video tersebut, maka orang yang menuduh saya harus dilaknat juga oleh Allah. Allahu Akbar.. Allahu Akbar!,” cetus Buni Yani yang disambut teriakan takbir oleh beberapa pengunjung yang tak lain pendukung Buni

Sebelumnya, Buni Yani harus berurusan dengan pihak Kepolisian akibat ulah dirinya yang mengunggah dan memotong video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja purnama atau Ahok ketika melakukan kunjungan di Kepulauan Seribu.

Postingan Buni Yani dianggap oleh pelapor yaitu komunitas advokat Ahok Djarot apabila postingan bersifat provokatif sehingga Buni Yani pun didakwa dengan pasal 28 ayat 2 dan atau pasal 32 ayat 1 undang-undang tahun 2008, terkait informasi dan transaksi elektronik (ITE). Apakah Buni Yani akan Selamat atau Sebaliknya, kita tunggu saja bagaimana hasil persidangan selanjutnya.[*/GInf]

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here