Miris, Ternyata Selama ini Pansus Hak Angket hanya menyebar Hoax

0
325
Foto Sumber: Youtube
GALERIINFO.COM – Dari hasil evaluasi yang dilakukan terhadap kinerja Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK sejak 30 Mei hingga 22 Agustus 2017, Lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW) berhasil mengungkap beberapa kejanggalan.

Dalam konfrensi pers yang diadakan di Kantor ICW, Jakarta, Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz‎‎, menyebutkan secara garis besar mengenai kerja Pansus yang sudah menyimpang dari rencana awal pembentukannya.

Seperti diketahui rencana awal Pansus Hak Angket dibentuk adalah untuk menyoroti tentang tata kelola anggaran KPK dan tata kelola dokumentasi dalam memproses kasus korupsi serta masalah pencabutan Berita Acara Perkara (BAP) oleh Miryam S. Haryani dalam persidangan kasus e-KTP karena diduga ada tekanan dari beberapa anggota Komisi III DPR.

Dalam penyampaiannya Donal juga mengatakan ada hal-hal yang tidak relevan yang diduga sengaja dilakukan untuk melemahkan KPK, selain itu dia juga mengatakan bahwa Pansus Angket KPK menyebarkan Hoax dalam menjalankan tugasnya.

“Sepanjang pansus bekerja, ada beberapa anggota pansus yang bekerja dengan cara menebar hoax. Kami mencatat 10 hoax yang disebarkan tersebut,” ujar Donal di Jakarta, Minggu (27/8/2017).

Donal mengatakan ICW sudah mencatat ada 10 hoax yang sengaja disebar, selama Pansus Hak Angket ini bekerja.

Berikut 10 hoax yang ditebar Pansus Hak Angket, yang berhasil dicatat ICW:

  1. KPK dituduh memiliki rumah penyekapan, padahal yang benar itu adalah Safe house
  2. KPK dituduh sebagai lembaga superbody, atau tak tersentuh
  3. KPK dituduh menggunakan jet pribadi saat menyidik kasus suas di Mahkamah Konstitusi (MK)
  4. Penyidik senior KPK, Novel Baswedan dituduh mengetahui kejadian penyetruman yang dilakukan terhadap tersangka pencurian sarang burung walet
  5. KPK dituduh melakukan tekanan terhadap Miryam saat melakukan pemeriksaan, padahal rekaman sudah dibuka kepublik dan tidak terlihat jika ada penekanan.
  6. Dituding jika kasus e-KTP merupakan kasus Omong kosong karangan Muhammad Nazaruddin, Novel Baswedan dan Agus Rahardjo
  7. KPK dituduh menggunakan media untuk membangun opini publik
  8. KPK dituduh memberi aliran dana kepada Lembaga Swadaya Masyaraka (LSM) Pendukung KPK
  9. Novel Baswedan dituduh hanya jalan-jalan ketika berada di Singapura
  10. KPK dituduh seperti Kantor POS yang bisa menerima pesanan perkara
Baca Juga:  Video Teriakan Jonru Ginting Saat Datangi Bareskrim, Bukan Lagi Takbir Tapi Malah Ini

“Mereka sengaja menyebar Hoax. Itulah yang kami catat selama ini,” ujar Donal.(*/GInf)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here