Amazon Kejar Ketertinggalan dari Starlink dengan 396 Satelit Leo

Business32 Views

Amazon baru saja menambah armada satelitnya untuk proyek internet Leo. Setelah peluncuran pada 2 Juli, total satelit yang sudah berada di orbit mencapai 396 unit. Langkah ini menandai upaya serius perusahaan untuk masuk ke pasar internet satelit yang sedang panas.

Meski begitu, Starlink masih jauh di depan dengan ribuan satelit yang sudah aktif melayani pelanggan di berbagai negara. Banyak orang bertanya-tanya kapan layanan Amazon ini benar-benar bisa digunakan oleh masyarakat umum.

Persaingan ini menarik karena keduanya menargetkan wilayah yang sulit dijangkau jaringan internet biasa. Di daerah pedalaman atau kepulauan, teknologi satelit seperti ini bisa jadi solusi utama untuk akses informasi dan ekonomi digital.

Salah satu konteks penting adalah bagaimana kompetisi ini mendorong inovasi teknologi satelit secara keseluruhan. Perusahaan harus terus memperbaiki kecepatan, latensi, dan biaya agar bisa menarik lebih banyak pengguna.

Selain itu, kehadiran Amazon di sektor ini berpotensi memperluas pilihan bagi konsumen di negara berkembang. Dengan dua pemain besar bersaing, ada kemungkinan harga layanan menjadi lebih terjangkau seiring waktu.

Proyek Leo Amazon sendiri masih dalam tahap awal dibandingkan kompetitornya. Pengembangan infrastruktur darat seperti gateway dan terminal pengguna juga menjadi tantangan tersendiri yang harus diselesaikan sebelum layanan komersial bisa dimulai secara luas.

Bagi pengamat teknologi, perkembangan ini menunjukkan bahwa internet berbasis satelit bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan industri yang sedang matang. Siapa yang lebih cepat menyelesaikan masalah operasional akan menentukan siapa yang unggul di masa depan.

Saat ini, fokus utama Amazon tampaknya masih pada penambahan satelit dan pengujian sistem. Belum ada informasi resmi mengenai jadwal pasti untuk pendaftaran pelanggan di luar wilayah uji coba.

Dengan jumlah satelit yang terus bertambah, persaingan di langit semakin ketat. Starlink memang memimpin, tapi Amazon punya sumber daya besar untuk mengejar ketertinggalan tersebut dalam beberapa tahun ke depan.