Dunia politik Amerika Serikat kembali ramai dengan usulan undang-undang baru dari Senator Eric Schmitt. BOASBERG Act ini bertujuan membuat penugasan kasus federal lebih acak dan mengurangi pengaruh hakim kepala dalam memilih siapa yang menangani perkara penting.
Rancangan undang-undang tersebut secara spesifik melarang kepala pengadilan memengaruhi proses penunjukan hakim untuk kasus-kasus berprofil tinggi. Selama ini, ada kekhawatiran bahwa beberapa hakim dipilih secara selektif untuk menangani perkara yang melibatkan mantan Presiden Donald Trump.
Dengan sistem acak yang diusulkan, setiap hakim yang memenuhi syarat akan memiliki peluang sama untuk ditugaskan. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses peradilan federal.
Salah satu analisis penting yang muncul adalah bagaimana aturan ini berpotensi mempercepat penyelesaian kasus karena mengurangi sengketa awal soal siapa hakim yang berwenang. Selain itu, penerapan sistem random assignment sudah lazim di beberapa distrik pengadilan federal dan terbukti menurunkan tuduhan bias politik.
Dampak lain yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan perubahan strategi hukum dari pihak yang berperkara. Pengacara mungkin akan lebih fokus pada argumen substantif daripada mencoba memengaruhi penugasan hakim tertentu.
Jika BOASBERG Act lolos, ini bisa menjadi preseden bagi reformasi serupa di tingkat negara bagian. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai upaya menjaga netralitas lembaga peradilan di tengah polarisasi politik yang semakin tajam.





